Untuk meningkatkan mutu pembelajaran berbasis TIK di dunia web, para Guru TIK di tingkat Kabupaten Kediri dalam forum MGMP pada hari ini mengadakan seminar dan workshop pembelajaran berbasis internet. Kali ini Penerbit Erlangga menjadi sponsor utama dalam kegiatan ini. Dihadiri oleh kurang lebih 35 peserta yang berasal dari para pengajar tingkat SMA, MA sekabupaten Kediri. Dan sebagai narasumber dan pembicara didatangkan dari perguruan tinggi terkendali Jawa TImur (STIKOM Surabaya).
Sebagai moderator acara adalah Margo Ridho L, S,Kom dari SMA Negeri 1 Pare menyampaikan CV dari para narasumber dan pembicara. Mengenalkan narasumber dan pembicara kepada para peserta. Membacakan garis besar susunan acara agar dapat tercapai secara maksimal. Tepat pukul 10.00 pembicara Bapak Bambang memulai menyampaikan materinya. Pembelajaran yang kongkrit itu lebih bermakna, disini contoh pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran berbasis web. Ciri perkembangan Iptek “eksponensial” berkembang makin cepat.
Menurut Merril kelebihan TI adalah 1. penyampaian pesan yang detil, 2. Guru yang siap ditanya kapanpun (interaktif). Menurut Hariadi 2000 adalah pembelajaran merupakan upaya membelajarkan pembelajar, bagaimana murid dapat belajar lebih semangat, agar para siswa mau belajar. Internet sebagai penerapan TIK menjadi kekuatan dalam penyebaran bahan ajar berbasis komputer. TIK menenkankan pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, dan menampilkan. Proses komunikasi dalam pembelajaran menentukan kejelasan materi dalam pembelajaran.
Tiga fungsi TIK menurut Riyana 2008: sebagai tool, science, sebagai bahan dan alat bantu pembelajaran. Menurut Rosenberg penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu pelatihan ke penampilan, ruang kelas ke di mana dan kapan saja, dari kertas ke Online atau saluran, fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dari waktu siklus ke waktu nyata.
Karakteristik PBK sepresentasi isi yaitu video, dua dan tiga dimensi, dan anmasi, menggunakan warna yang pernuh warna dan menarik, tipe pembelajaran yang bervariasi, respon pembelajaran dan penguatan, mengembangkan prinsip self evalutaion. menurut yaghoubi 2008 elearning adalah feleksibilitas pada waktu dan tempat, kemudahan dan kecepatan dalam share bahan ajar. efisien, efektif dan menarik adalah ukuran dalam mendesain pembelajaran. Situasi belajar sesuaikan dengan kondisi yang ada.
E-learning tidak sekedar memindahkan bahan ajar bentuk tercetak kedalam elektronik. Pembelajaran elearning berdasarkan penilitan, 1. Buzzetto-More (2008) adanya peningkatan secara positif dalam pembalajran berbasis web, Derouza dan Fleming (2003) melaporkan hasil positif berkenaan dengan pebelajar dalam berbagai komponen e-learning dan penilaian OnLIne dan masih banyak lagi temuan-temuan penilitan tentang manfaat elearnng. Harus segera merespon segala sesuatu yang ditanyakan oleh siswa. Erdal 2007 pemantuan internet dan pebelajar, 59,2% e-mail, 49,1% belajar, 41,7% berita, 32,2% bercakap-cakap, game 29,2%, sport 25,9%, belanja 16,9%, bepergian 14%, finance 10,6%, pornografi 9,7%.
RSS Feed
June 6th, 2009
herman
Posted in
Tags: 




Sip
e-Learning memang harus segera di terapkan agar kita tidak tertinggal
Banak ilmu yang bisa di dapat dari sini neh.
Keren abiss
Kalau berkenan aku titip link di blogroll
Biar bisa saling berbagi…
Masih ada tempat gak
Di tuggu kabarnya
wah sip…sip…lanjutkan pak